Oleh : Neni Rahayu | Aktivis Dakwah Islam
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan keprihatinannya terhadap tingkat literasi Al-Qur’an generasi muda di Kabupaten Bandung yang disebut baru mencapai 24 persen. Angka tersebut dinilai mengkhawatirkan dan menjadi pekerjaan rumah bersama seluruh elemen masyarakat. (Jabaribernews)
Rendahnya generasi muda dalam membaca Al-Qur'an karena di sistem sekarang para pemuda tidak di tekankan dengan pengetahuan Al Qur'an. Bahkan, para orang tua lebih mengutamakan kurikulum pendidikan, sehingga mengesampingkan dalam membaca Al-Qur'an.
Memang di sistem sekarang pemerintah tidak mendorong dan memfasilitasi generasi muda untuk belajar membaca Al-Qur'an. Bahkan, di sekolah-sekolah pun hanya sebagian yang mengajarkan atau menekankan untuk membaca Al-Qur'an, hanya menjadi formalitas saja. Itulah rusaknya wajah sistem saat ini.
Sedangkan dalam Islam setiap anak wajib mendapatkan pendidikan baca tulis Al-Qur'an, sehingga anak berpeluang untuk menguasai baca tulis Al-Qur'an. Literasi Al Qur'an adalah kurikulum utama atau dasar dalam pendidikan anak-anak, seperti pada masa kepemimpinan Umar Bin Khattab.
Misalnya menekankan pentingnya mengajar anak-anak membaca, menulis, dan menghafal Al-Quran serta memahami dasar-dasar ilmu agama. Bahkan dalam berbagai dalil disebutkan secara langsung keutaman bagi orang-orang yang membaca Al-Quran
"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al- Qur'an) maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu di balas dengan sepuluh kali lipatnya". (HR.Tirmidzi).
Dan dalam firman Allah quran surat Al -Muzzamil ayat 5 yang artinya:
"Dan baca Al-Qur'an dengan tartil (perlahan-lahan) dan jelas, sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.”
Maka dari itu agar tercetaknya generasi Al-Qur'an maka harus di terapkannya sistem Islam. Sebuah sistem yang menjadikan Al-Quran bukan hanya sekedar bacaan namun konsep dalam menjalani kehidupan. Maka sudah saatnya mencampakkan sistem rusak yang diterapkan saat ini dan kembali menerapkan sistem islam.
Wallahu ‘Alam Biashawab.
