![]() |
| Penulis: Habibah Qolbu |
Alfiqru Mustanir adalah pemikiran cemerlang mengenai kehidupan didunia dan akhirat. Pemikiran cemerlang ini berpengaruh bagi ummat islam dalam mengemban dakwah islam juga dalam menyelesaikan problematika ummat sesuai dengan syariat islam. Suatu pemikiran agar bisa menjadi pemikiran yang cemerlang (mustanir) haruslah berupa pemikiran yang mendalam ( alfikru amiq) .nmaksudnya dengan pemikiran yang mendalam adalah pandangan yang teliti dan mendalam mengenai segala sesuatu . Adapun pemikiran yang jernih ( mustanir) pandangan yang teliti dan mendalam mengenai segala sesuatu segala ikhwalnya, setiap hal yang berkaitan dengannya dan proses menarik dalil (istidlal) untuk mencapai suatu kesimpulan yang benar darinya.
Namun hari ini pemikiran mustanir dan amiq ini tidak perhatikan oleh pemerintah dalam menyelesaikan masalahb dan membuat aturannya. Karena sistem pemerintahan sekarang pakai sistem kapitalisme aqidah sekuler maka beginilah yang terjadi di tengah ummat sekarang, bencana dimana mana, kerusakan terjadi dimana mana, pembunuhan, penculikan dan pembulyan masih juga terjadi. Tapi parahnya lagi kurangnya pemikiran pemerintah dan aqidah nya tidak sesuai syariat Menurut kompas.com Prof Zudan Arif Fakrulloh, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), mulai 1 Januari 2026, tidak akan ada lagi tenaga honorer di lembaga pemerintah. Ini dilakukan setelah masa transisi penataan tenaga non-aparatur sipil negara (ASN) berakhir pada 31 Desember 2025. Zudan mengatakan bahwa hanya dua status pegawai resmi pemerintah yang diakui saat ini: Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 mengatur ketentuan tersebut. ( 1/1/2026).
Dari kejadian ini jelas sekali bahwa sistem hari ini tidak sesuai dengan pemikiran dan aqidah islam, aqidah merupakan pemikiran yang menyeluruh mengenai kehidupan , kehidupan sebelumnya dan sesudahnya ( manusia, alam dan sang pencipta). Jadi pemikiran dan aqidah saling berkaitan satu sama lain dalam menjalani kehidupan, keduanya harus diterapkan dalam sistem pemerintahan, tapi hari ini aturan itu tajam ke atas tumpul dibawah dipengaruhi oleh pemikiran asing, siapa yang bermodal itu berkuasa hingga para penguasa memiliki banyak hutang dengan luar negeri ( pemilik modal).
Dalam sejarah islam penguasa sangat menghargai seorang guru, para tenaga didik slalu di pengaruh dengan tsaqafah islam maka terciptalah para pemuda pemikiran mustanir, berakhlak, dan beraqidah islam. Seperti Muhammad alfatih (penakluk konstatinopel), ibu sina (ilmuak kedokteran), alkhawarizmi (penemu konsep aljabar), jabir ibnu hayan ( penemu asam sulfat), alzahrawi ( penemu alat operasi), Fatimah alfihri ( pendiri universitas pertama kali) dll. Syekh taqiyyudin annabhani berpendapat bahwa pandangan yang mendalam mengenai alam , hidup dan manusia akan memberikan pemikiran yang menyeluruh ( fikrah kuliyah) tentang ketiganya. Pemikiran yg menyeluruh ( fikrah kuliyah) inilah yang akan memecahkan probelmatika terbesar ( uqdah al-qubra) manusia. Maksud disini sebuah pemikiran yang akan membentuk aqidah bagi manusia , dan yang akan mengubah tujuan hidupnya, serta tujuan dari aktivitas yang dilakukannya dalam kehidupan ini. Karena manusia hidup dimuka bumi ini makaselama belum terpecahkan problrm terbesarnya mengenai dirinya sendiri, fenomena hidup yang dialaminya dan alam semesta sebagai tempat hidup dan keberadaannya, tentu dia tidak akan mungkin mengetahui sikap apa yang harus ditempuhnya. Karena itulah aqidah menjadi dasar segala sesuatu.
