Oleh : Nurlina ( Praktisi Pendidikan )
Meski kota balikpapan telah menerapkan kebijakan sekolah negeri gratis, kenyataannya masalah pendidikan belum sepenuhnya dapat teratasi. Data tahun 2025 menujukan bahwa angka anak putus sekolah ( APS ) di Kota Minyak masih menyentuh diangka sekitar 1.000 siswa.
Kondisi ini memicu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud) Balikpapan untuk melakukan audit lapangan secara besar - besaran melalui penelusuran data by name by address.
Jika biaya sekolah telah dihapuskan atau digratiskan, mengapa masih ada ribuan anak yang tidak bisa melanjutkan pendidkan mereka?"
Ketika Sistem Merusak Generasi
Meskipun kebijakan sekolah gratis telah diterapakan di Kota Balikpapan, pada kenyataannya angka anak putus sekolah masih saja ada . Kondisi ini menujukan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan biaya pendidikan semata.
Sistem pendidikan dan sistem sosial memang saling terkait begitupula dengan sistem lainnya termasuk ekonomi. Ketika terjadi permasalahan di satu aspek seperti sistem sosial dengan rusaknya generasi pasti menunjukan kualitas sistem pendidikan yang ada. Begitu juga sebaliknya kualitas pendidikan menentukan kèhidupan sosialnya dimasyarakat.
Sistem pendidikan sejatinya tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan sistem sosial lainnya. Selain erat kaitannya dengan sistem ekonomi juga dengan politiÄ·. Pendidikan berperan membentuk cara berpikir, sikap ,serta perilaku generasi yang pada akhirnya akan menetukan corak kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika dalam kehidupan sosial muncul berbagai kerusakan seperti kekerasan remaja, pergaulan bebas, sampai kepada krisis moral. Hal tersebut tidak terlepas dari kualitas sistem pendidikan yang di terapkan oleh negara.
Permasalahan angka putus sekolah tidak selalu mengarah kepada rendahnya minat belajar semata. Banyak kasus yang di temukan bahwa faktor sosial ikut andil di dalamnya. Diantaranya ada pergaulan bebas yang sulit untuk di bendung, tontonan yang tidak pantas, dan gaya hidup remaja yang jauh dari nilai- nilai moral. Kondisi demikian bisa menjerumuskan pada hubungan yang tidak pantas yang pada akhirnya berujung pada pernikahan dini atau hamil di luar nikah . Pada akhirnya remaja terpaksa untuk berhenti sekolah.
Dari faktor ekonomi sendiri, menjadi alasan remaja untuk memilih putus sekolah. Jalan pintas yang terpaksa di pilih oleh remaja untuk bekerja dalam membantu perekonomian keluarga. Namun yang sangat memprihatinkan putus sekolah akibat hamil diluar nikah yang terpaksa harus memilih nikah. Sangat miris, bagaimana kesiapan seorang remaja melahirkan generasi yang berkualitas jika rumah tangga yang di jalani saja berawal dari gaul bebas.
Melihat kondisi remaja saat ini yang semakin tidak terkendali, pergaulan bebas yang menjadi hal yang lumrah bagi mereka. Pendidikan di anggap bukan sesuatu yang perlu di perjuangkan bagi mereka. Padahal pendidikan bukan hanya terkait kepada kemampuan intelektual, tapi lebih kepada pembetukan karakter dan tanggung jawab. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan terhadap kualitas generasi di masa yang akan datang. Karena mereka lah sebenarnya penentu arah dan masa depan suatu bangsa.
Sistem Islam Menjaga Generasi
Islam memiliki seperangkat aturan yang komprehensif dalam menjaga dan membina generasi agar tumbuh menjadi pribadi yang ber akhlak, ber ilmu dan bertanggung jawab. Dalam pandangan islam, perkara rusaknya generasi tidak hanya menyangkut masalah individu semata tapi bagaimana sistem ini mengatur sistem kehidupan masyarakat.
Islam jika di terapkan secara keseluruhan dimana tidak hanya mengatur perkara ibadah mahdho saja, tapi seluruh sendi - sendi kehidupan manusia. Islam hadir dengan sistem aturan yang datangnya langsung dari sang pemilik kehidupan. Terbukti berhasil mencetak generasi terbaik dengan kualitas kehidupan yang terbaik pula.
Islam menjadikan akidah sebagai dasar dalam pembentukan kepribadian manusia. Menanamkan kesadaran bahwa setiap perbuatan ada konsekuensinya dan semuanya akan di pertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT kelak.
Jika kita membaca sejarah, bagaimana Rasulullah SAW memberi perhatian besar terhadap pendidikan. Beliau menjadikan pembinaan sebagai pondasi pembentukan generasi. Dakwah Rasulullah yang pertama di Mekkah yaitu membina para sahabat secara intensif di Dar - al Arqam untuk menanamkan akidah dan pemahaman islam. Setelah beliau hijrah ke Madinah , dimana masjid Nabawi bukan hanya sebagai tempat sholat tapi pusat pendidikan dan pembinaan umat. Sejarah mencatat dari pembinaan tersebut lahir generasi sahabat yang memiliki kepribadian islam yang kokoh.
Sebagaimana dalam ayat Al quran, Allah berfirman " Allah akan meninggikan orang - orang yang beriman di antara kamu dan orang -orang yang di beri ilmu beberapa derajat. " (, QS. AL- Mujadilah : 11 )
Ayat diatas membuktikan bahwa islam menempatkan ilmu pendidikan sebagai pondasi dalam membangun sebuah perabadan.
Sejarah mencatat bahwa kegemilangan sistem pendidikan islam, mampu mencetak generasi tidak hanya ilmuwan, tapi juga ulama dan pemimpin peradaban. Pendidikan islam juga mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu kehidupan, para ulama tidak hanya mendalami fiqih, tafsir atau hadist tapi juga menguasai ilmu matematika, kedokteran,astronomi, dan filsafat. Sebagai contoh, ada Muhammad Musa al - Khwarizmi sebagai pelopor ilmu al jabar, ibn Sina ulama sekaligus ilmuwan kedokteran, Al Ghazali ahli dalam bidang fiqih, tasawuf dan filsafat.
Islam juga menjadikan masyarakat pada masa itu, memberikan pemghormatan tinggi terhadap ilmu dan ulama. Majelis ilmu berkembang di masjid,madrasah bahkan di rumah para ulama.
Karena itu, sudah saatnya persoalan pendidikan dan kebutuhan dasar rakyat harusnya di lihat sebagai amanah besar yang tidak bisa dilalaikan. Masa depan generasi adalah masa depan sebuah bangsa, jika negara menjalankan fungsinya dengan benar, niscaya akan melahirkan generasi yang kuat,berilmu serta mampu membangun peadaban yang mulia.
Maka solusi tuntas atas semua persoalan dalam hal ini terkait pendidikan tidak cukup hanya program parsial. Namun dibutuhkan sistem yang mampu menjadikan negara benar- benar punya rasa tanggung jawab sebagai pengurus rakyat.
Wallahu a'lam bisowab
