Padang – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YASTIS Padang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui Laboratorium Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), kampus ini menginisiasi program “Kampus Berdampak” dalam bentuk edukasi ketahanan keluarga yang dikemas melalui kegiatan seminar dan pelatihan.
Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran integratif yang mempertemukan teori dan praktik, khususnya dalam bidang pengasuhan anak (parenting) dan pembangunan keluarga yang kuat.
Kegiatan ini tidak hanya menyasar mahasiswa sebagai calon pendidik, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat umum untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman.
Ketua Yayasan, Dr. Muhammad Sobri, menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan emosional.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan melibatkan praktisi berpengalaman dalam proses pembelajaran.
Dalam program ini, yayasan menggandeng Syafitri Ikhnas, seorang praktisi parenting sekaligus pelatih nasional dari Relawan Keluarga Kita (Rangkul), untuk terlibat langsung dalam kegiatan seminar, pelatihan, serta proses pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah yang berkaitan dengan parenting.
Kehadiran praktisi ini diharapkan mampu memberikan perspektif nyata dan aplikatif kepada mahasiswa dalam menghadapi dinamika pengasuhan anak di era modern.
Menurut Dr. Muhammad Sobri, membangun ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan berdaya.
“Pendidik, khususnya di jenjang usia dini, harus memiliki pemahaman yang kuat tentang pola asuh yang tepat. Mereka tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga berperan sebagai mitra orang tua dalam membentuk karakter anak,” ujarnya, Jumat, 10 April 2026.
Di sisi lain, tantangan pengasuhan anak saat ini semakin kompleks.
Perkembangan teknologi digital, perubahan pola interaksi sosial, hingga tekanan ekonomi keluarga menjadi faktor yang memengaruhi kualitas pengasuhan.
Tanpa bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, orang tua dan pendidik berpotensi menghadapi kesulitan dalam membimbing anak secara optimal.
Melalui program Kampus Berdampak ini, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YASTIS Padang ingin memastikan bahwa mahasiswa PIAUD tidak hanya memahami konsep teoritis, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Pendekatan kolaboratif antara akademisi dan praktisi menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, inisiatif ini sejalan dengan upaya nasional dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
Generasi yang diharapkan bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kecerdasan emosional, serta kemampuan sosial yang baik.
Semua itu berakar dari keluarga yang tangguh dan lingkungan pendidikan yang berkualitas.
Dengan langkah ini, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YASTIS Padang menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang progresif dan responsif terhadap isu-isu strategis, khususnya dalam membangun ketahanan keluarga sebagai pilar utama kemajuan bangsa. []
