SKB 9 Menteri Bisakah Menjadi Solusi Kesehatan Mental anak?

 


Oleh: Ummu Fauzi

Maraknya kasus yang berkaitan dengan kesehatan mental anak seperti bunuh diri mendapat perhatian khusus pemerintah. Terkait hal tersebut, 9 menteri sepakat menandatangani SKB tentang Kesehatan Jiwa Anak. Menurut menteri PPPA Arifah Fauzi, kesehatan jiwa anak tidak bisa ditangani oleh satu saja. Sembilan kementerian dan lembaga ini telah berbagi peran untuk memperkuat penanganan kesehatan jiwa anak. (Kemenppa.go,id Jakarta,06/03/2026)

   

Kesembilan Menteri tersebut adalah Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Mentri PPPA) Arifah Fauzi, Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji, Menteri Dalam Negeri (Mendag) Tito Karnavian, Menteri Agama( Menag) Nasarudin Umar, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yususf, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Polisi Listyo sigit Prabowo.


Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin faktor utama yang memicu gangguan kesehatan mental anak adalah konflik keluarga. Terlihat dalam Data Healing 119.id dan KPAI, ada 4 faktor utama pemicu anak keinginan mengakhiri hidup yaitu konflik keluarga sebanyak 24-46 persen, masalah psikologis 8-26 persen, perundungan 14-18 persen, serta tekanan akademik 7-16 persen).


Adanya SKB 9 menteri ini adalah respon dan usaha pemerintah untuk menanggulangi kasus-kasus yang terjadi pada anak yang diakibatkan dari gangguan kesehatan mental. Tetapi Akan kah SKB ini bisa menyelesaikan masalah tersebut?


Akar Masalah Gangguan Mental Anak


Peran keluarga sangatlah besar dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Dari dalam keluargalah anak akan mendapatkan pendidikan agama untuk bekal dalam menghadapi pendewasaan diri, anak diajarkan tentang keyakinan terhadap keberadaan Allah dan tidak berputus asa atas rahmat dan pertolongan Allah. Tetapi bagaimana bisa keluarga memberikan semua itu apabila dalam keluarga tersebut bermasalah. Sedangkan di sekolah dengan sistem sekulernya anak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi yang bersifat materi. Mereka tidak dididik untuk memiliki kemampuan dalam menghadapi kesulitan dan memecahkan persoalan. Krisis kesehatan jiwa anak semakin meningkat dampak dari sistem kehidupan sekuler liberal. 


Tidak hanya keluarga, lingkungan dalam masyarakat juga sangat mendukung tumbuh kembang anak-anak. Lingkungan yang sekarang ada dalam sistem sekuler kapitalis bersifat liberal dan bebas. Gaya hidup lingkungan seperti ini membuat anak mengalami tekanan, karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti gaya hidup yang sedang tren. Hal ini bisa menimbulkan perilaku bullying ditengah pergaulan mereka. Media sosial pun ikut berperan memicu timbulnya gangguan kesehatan mental. Paradigma dan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat semakin tergerus oleh nilai-nillai sekuler liberal dengan hegemoni media kapitalis global.

 

 Pendidikan di keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat tidak berpijak pada akidah dan syariat Islam parameter sukses diukur dari kesuksesan yang bersifat materi. Inilah yang terjadi ketika sistem yang salah di terapkan untuk mengatur kehidupan manusia. Akar permasalahnnya berasal dari sistem yang diterapkan yang memisahkan kehidupan dari agama. Mereka menganggap agama hanya berlaku bagi individu-individu saja, padahal tatanan kehidupan akan berjalan dengan baik apabila individu, masyarakat dan negara bekerja sama dalam sebuah aturan yang shohih.


Membentengi Anak dari Gangguan Kesehatan dengan Islam


Gangguan mental ini tidak saja terjadi pada anak-anak, gangguan pada orang dewasapun marak terjadi dan penyebabnya satu yaitu sistem yang diterapkan negara yang salah. Maka dari itu, sistem sekuler liberal kapitalistik harus menjadi musuh bersama umat Islam. Perjuangan dakwah diarahkan mengganti sistem tersebut menjadi sistem Islam. Islam tidak saja mengatur ibadah individu tetapi mengatur semua aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, ekonomi, pergaulan, keamanan, sosial dan lainnya. 


Dalam hal perlindungan terhadap anak perhatian Islam mulai dari individu keluarga. Untuk mencegah konflik keluarga jadikan Islam sebagai aturan dalam kehidupan keluarga. Unsur kasih sayang harus hadir dalam hubungan antar anggota keluarga. Syariat mengatur hak dan kewajiban anggota keluarga dengan jelas, masing-masing dapat peran yang sesuai dengan syariah. Suami sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah, ibu sebagai madrasah pertama buat anak-anaknya. 

 

Masyarakat dalam Islam adalah kumpulan individu-individu yang berinteraksi yang mempunyai pemikiran, perasaan dan aturan yang sama dalam kehidupan. Mereka berperan mengontrol dan mengingatkan sesama dengan amar makruf nahi mungkar, sehingga terbentuk lingkungan yang aman dan nyaman buat anak-anak. Tidak ada perundungan, tidak ada yang tertekan dan bebas dari gangguan mental baik anak-anak maupun dewasa.

 

Negara juga menjalankan perannya sebagai rain dan junnah dalam melindungi anak dan keluarga. Kepemimipinan dalam Islam dipahami sebagai tanggungjawab dunia akhirat. Mereka sadar betul apa yang menjadi tugasnya kepada rakyat akan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir kelak. Dalam urusan agama negara berkewajiban menjaga rakyatnya supaya tetap berada dalam ketauhidan yang benar maupun dalam kesejahteraan dunianya. Pemimpin Islam akan menjaga rakyat nya dari kerusakan nilai sekuler, liberal kapitalistik. 


Islam diterapkan dalam semua bidang kehidupan termasuk dalam penerapan politik dalam sistem pendidikan, sistem kesehatan dan sistem ekonomi harus terintegrasi diatur berdasarkan syariat Islam. Tujuan dari pendidikan bukan untuk mengejar prestasi yang bersifat materi saja tetapi mencetak generasi yang unggul, berakhlak, dan bertaqwa dan siap menghadapi tantangan zaman. Pelayanan kesehatan yang mudah dan murah serta sistem ekonomi yang bebas dari riba. Semua pelayanan untuk rakyat mudah dan murah sehingga keluarga atau ibu fokus mendidik anak-anak tidak direpotkan dengan masalah lainnya yang menyangkut kesejahteraan karena sudah disediakan negara. Di sini negara benar-benar mengurus rakyatnya dengan benar.


Memang benar menanggulangi gangguan pada masalah anak tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi tidak cukup dengan dengan SKB 9 saja. Negara harus hadir secara utuh dalam bentuk sistem yang diterapkan. Sistem yang shohih, yaitu sistem atau aturan yang di turunkan oleh Allah Sang Pencipta dan Maha Pengatur yang tau betul kebutuhan umat-Nya. Dengan diterapkan sistem ini semua permasalah bukan cuma gangguan mental tetapi penculikan, kekerasan dan lainnya akan bisa teratsai dengan tuntas. Karena semua biang masalah ada pada sistem yang salah yaitu sistem yang berasal dari hawa nafsu manusia kapitalis sekuler.


Wallahu a’lam bishshawab

Nama

Bisnis,4,Filipina,1,internasional,1,K,1,KAI,51,Kampus,9,Kejati Sumbar,1,Kesehatan,1,Kota Padang,16,Motivasi,2,Nasional,20,Opini,65,ParagonCorp,1,Pasaman Barat,1,Pekanbaru,1,Pendidikan,5,Polri,1,Puisi,2,Sastra,2,Sawahlunto,1,Solusi Pengangguran,1,Sumbar,75,Teknologi,1,TNI,2,UNP,2,
ltr
item
Suara Padang: SKB 9 Menteri Bisakah Menjadi Solusi Kesehatan Mental anak?
SKB 9 Menteri Bisakah Menjadi Solusi Kesehatan Mental anak?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_fsq8N2l8I5xW-cOCNA4iGDr2sdR935vKU_BJQuAQ3W7IPtfrkevE70j4-9lnsVJx_8RQKkIzYl0JP9XlIcNMH5TwPsuddQYRd60egO1ZiJekPYKO9mWm8MBWFP2JqwwOLnZzXxcNHQV-KQKADRDen7PUiQuW9vLmdgVlSW-W_0ktbAzZW71BA0Kg/s320/1000789203.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_fsq8N2l8I5xW-cOCNA4iGDr2sdR935vKU_BJQuAQ3W7IPtfrkevE70j4-9lnsVJx_8RQKkIzYl0JP9XlIcNMH5TwPsuddQYRd60egO1ZiJekPYKO9mWm8MBWFP2JqwwOLnZzXxcNHQV-KQKADRDen7PUiQuW9vLmdgVlSW-W_0ktbAzZW71BA0Kg/s72-c/1000789203.jpg
Suara Padang
https://www.suarapadang.com/2026/03/skb-9-menteri-bisakah-menjadi-solusi.html
https://www.suarapadang.com/
https://www.suarapadang.com/
https://www.suarapadang.com/2026/03/skb-9-menteri-bisakah-menjadi-solusi.html
true
6569573957489143437
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content