![]() |
| Oleh : Ranti Hartati (Aktivis Dakwah Muslimah) |
Libur sekolah pertengahan semester anak sudah datang, sekiranya mulai tanggal 19 Desember 2025 anak anak sudah memasuki jadwal liburan sekolah. Tetapi ada yang beda dengan kondisi liburan saat ini yakni pembagian makan bergizi gratis (MBG) yang tetap disalurkan atau berjalan padahal sekolah saat ini sedang libur. Ini menjadi kebingunan bagi masyarakat, bagaimana mungkin ketika liburan sekolah tetapi MBG masih berjalan. orang tua harus ke sekolah, para guru harus tetap tetap di sekolah juga. Kondisi ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat dan tidak dipungkiri banyak kritik pedas untuk kondisi ini.
Mengenai MBG atau makan bergizi gratis itu sendiri sudah terlaksana kurang lebih 1 tahun ini, salah satu tujuan program MBG ini dirancang untuk mencegah Stunting dan untuk meningkatkan SDM tetapi pada nyatanya hampir setahun namun ancaman stunting masih berlum terselesaikan malah pelaksaan program ini menemui banyak masalah seperti keracunan massal MBG, ompreng mengandung babi, SPPG tak sesuai standar dan masalah bugeting anggaran yang terlampau besar.
Program MBG atau memberikan makanan bergizi gratis memang tugas pemerintah untuk yang mendasar, namun sayangnya MBG yang terlaksana saat ini dilakukan demi kepentingan kapitalistik semata bukan dilihat dari manfaat yang nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Karena hal ini menjadikan Program MBG tidak menyentuh niat awal untuk memperbaiki gizi anak dan juga mencegah stunting.
Dengan berbagai masalah krusial yang banyak terjadi selama pelaksanaan program MBG ini tetapi program ini tetap dipaksa untuk berjalan, disini terlihat bahwa program MBG ini dilaksanakan bukan untuk kepentingan rakyat dan bukan untuk merubah kondisi gizi anak tetapi demi kepentingan para penguasa yang tentunya mendapatkan keuntungan yang nyata selama dapur MBG tetap berproduksi, kondisi seperti ini jelas menunjukan watak para penguasa kapitalistik tidak amanah dalam mengelola anggaran negara.
Berbeda dengan sistem Islam yang setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh negara semuanya ditetapkan semata mata demi kemaslahatan rakyat dan sesuai dengan syariat Islam. dengan tuntunan syariat untuk memberikan kebutuhan terbaik bagi rakyat yang wajib dilakukan oleh negara. Karena sejatinya negara adalah raain yaitu sebagai pengurus dan pelayan umat maka kebijakan nya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan rakyat secara nyata bukan untuk melayani kepentingan penguasa atau untuk popularitas penguasa.
Dan pemenuhan kebutuhan gizi rakyat dilakukan secara integral dan melibatkan seluruh sitem yang ada, sistem Islam berperan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola hidup yang sehat. Dan Sistem ekonimi dalam Islam juga akan menjamin pemenuhan kebutuhan dasar setiap individu sehingga tidak ada keluga yang terhalang makanan bergizi.
Selain itu Negara juga berkewajiban untuk menyediakan lapangan kerja yang layak agar setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarganya secara mandiri dan berkelanjutan. Dan Negara juga wajib mempermudah dan menjamin ketersediaan bahan pangan yang cukup tentunya dengan harga yang terjangkau melalui pengelolaan sumber daya dan distribusi yang mudah, dengan sistem seperti ini makanan bergizi bisa dinikmati oleh masyarakat setiap saat sehingga pemenuhan gizi pada anak dan masalah stunting bisa teratasi, bahkan dengan tidak melihat kepada grafik angkanya saja namun kesehatan yang merata yang dirasakan rakyat dan terpenuhi nya gizi generasi emas sehingga terciptalah generasi yang tumbuh kembang dengam baik, sehat dan sejahtera.
Waalahuallam bii shawab
