Demo "No Kings", Kebangkrutan AS dan Penegakan Khilafah

 


Oleh : Endah Nursari | Aktivis Dakwah Islam

 

Pada Sabtu, 28 Maret 2026, dunia kembali dikejutkan oleh peristiwa besar yang terjadi di Amerika Serikat. Jutaan warga turun ke jalan dalam demonstrasi raksasa bertajuk "No Kings" yang tersebar di lebih dari 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian. Menurut data yang tercatat, aksi ini diikuti oleh sedikitnya 8 juta orang, menjadikannya salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah negara adidaya tersebut. Massa meneriakkan slogan "End This War" atau hentikan perang, menuntut diakhirinya konflik di Iran yang telah berlangsung selama berpekan-pekan.

 

Tuntutan mereka tidak hanya soal perang, tetapi juga meluas ke masalah dalam negeri. Rakyat AS gerah dengan kebijakan imigrasi yang dianggap terlalu keras dan agresif, serta lonjakan harga kebutuhan pokok dan minyak yang semakin mencekik. Situasi ini diperparah dengan menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Donald Trump yang hanya tersisa di angka 36 persen. Di beberapa titik seperti Los Angeles, aksi damai sempat memanas hingga polisi harus turun tangan menggunakan gas air mata dan melakukan penangkapan. Ini adalah bukti nyata bahwa ketidakpuasan rakyat telah mencapai titik didih, dan sistem yang selama ini dijalankan dianggap sudah tidak mampu lagi menampung aspirasi serta menyejahterakan rakyatnya.


 

Di balik gemerlapnya kekuatan militer dan politik dunia, kenyataan menunjukkan bahwa ekonomi Amerika Serikat sedang berada di ambang kehancuran. Data resmi mencatat bahwa utang nasional AS telah menembus angka fantastis, mencapai US$ 39 triliun atau setara dengan Rp 661.440 triliun pada Maret 2026. Peningkatan utang yang sangat besar ini utamanya disebabkan oleh melonjaknya pengeluaran untuk membiayai perang dan operasi militer di berbagai belahan dunia, termasuk konflik di Iran.

 

Dampak dari utang raksasa ini sangat luar biasa. Jika dibagi rata dengan jumlah penduduk, maka setiap orang Amerika, termasuk bayi yang baru lahir sekalipun, menanggung beban utang sekitar US$ 113.875 atau hampir Rp 1,93 miliar per orang. Angka ini membuktikan bahwa sistem kapitalisme yang dianut AS telah gagal menciptakan kemandirian ekonomi. Ambisi untuk menguasai dunia dan menerapkan hegemoni melalui kebijakan militer justru membawa negara tersebut ke jurang kebangkrutan. Uang rakyat digunakan untuk membayar bunga utang dan membiayai pertumpahan darah, sementara kebutuhan dasar hidup masyarakat semakin sulit terpenuhi. Ini adalah hukum alam bahwa sistem yang dibangun di atas riba, eksploitasi, dan ketidakadilan pasti akan runtuh dan hancur dengan sendirinya.

 

 

Terjadinya demo besar-besaran dan krisis utang ini membuka mata dunia akan wajah asli dari sistem demokrasi dan kapitalisme yang selama ini diagungkan. Kebijakan Trump yang mendukung penuh Israel dalam penjajahan Palestina, serta bersekutu dengan kekuatan Eropa dan negara-negara tertentu untuk memerangi Iran, menunjukkan bahwa tujuan utama mereka adalah menjaga kepentingan ekonomi dan politik kelompok elit semata. Rakyat dijadikan korban, dunia diadu domba, dan konflik diciptakan hanya untuk menguntungkan industri persenjataan dan kelompok kapitalis.

 

Sayangnya, kondisi ini juga diperparah oleh sikap sebagian penguasa di negara-negara Muslim yang masih bersekutu dan bergantung pada kekuatan Barat. Mereka lebih mementingkan kelangsungan kekuasaan pribadi daripada membela hak-hak umat dan menerapkan hukum Allah. Pengkhianatan ini membuat umat Islam semakin terpuruk, terpecah belah, dan tidak memiliki kekuatan untuk melawan penindasan. Dunia hari ini sedang sakit karena dikelola dengan sistem yang jauh dari nilai-nilai kebenaran, penuh dengan penindasan, ketidakadilan, dan kerusakan di mana-mana.


 

Melihat realita pahit yang menimpa dunia saat ini, sudah saatnya umat manusia, khususnya umat Islam, sadar bahwa sistem buatan manusia tidak akan pernah bisa membawa keadilan. Demokrasi dan kapitalisme telah terbukti gagal menciptakan kedamaian dan kesejahteraan, justru melahirkan krisis, perang, dan kesenjangan sosial yang lebar. Oleh karena itu, jalan satu-satunya yang benar dan solutif adalah kembali kepada sistem yang sempurna, yaitu Islam secara kaffah atau menyeluruh.

 

Pertama, umat Islam harus terus disadarkan bahwa kerusakan dunia terjadi karena ditinggalkannya syariat Allah. Kita harus paham bahwa AS dan hegemoni baratnya adalah sumber dari banyaknya bencana yang menimpa umat, baik melalui adu domba maupun eksploitasi sumber daya. Kesadaran politik ini sangat penting agar umat tidak lagi terbuai oleh janji-janji manis sistem yang rusak.

 

Kedua, kesadaran tersebut harus dibarengi dengan pendidikan dan pemahaman yang mendalam tentang Islam sebagai sistem kehidupan (sistem daulah). Kita harus mengenali keunggulan sistem Islam yang mengatur segala aspek, mulai dari pemerintahan, ekonomi, hingga hukum, yang semuanya bersumber dari wahyu Allah. Sistem Islam menjamin keadilan bagi semua manusia tanpa memandang suku dan agama, melarang riba, menolak penindasan, dan menjamin kesejahteraan rakyat.

 

Ketiga dan yang paling utama, kita wajib menyerukan dan memperjuangkan tegaknya kembali Daulah Khilafah. Hanya dengan adanya kepemimpinan Islam yang menerapkan syariat Allah secara penuh, tatanan dunia yang rusak ini bisa diganti dengan tatanan yang rahmatan lil 'alamin. Khilafah akan menjadi payung perlindungan bagi umat Islam, menghentikan segala bentuk penjajahan, dan membawa dunia kepada jalan yang benar sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para Khalifah terdahulu. Tidak ada solusi bagi permasalahan umat selain dengan kembali kepada hukum Allah dan menjadikan Islam sebagai satu-satunya pedoman hidup. 

 Wallahu alam bi syawab

Nama

Bisnis,4,DPR RI,1,Filipina,1,internasional,1,K,1,KAI,62,Kampus,9,Kejati Sumbar,1,Kesehatan,1,Kota Padang,17,Motivasi,2,Nasional,23,Opini,68,ParagonCorp,1,Pasaman Barat,1,Pekanbaru,1,Pendidikan,5,Polri,2,Puisi,2,Sastra,2,Sawahlunto,1,Solusi Pengangguran,1,Sumbar,81,Teknologi,1,TNI,2,UNP,2,
ltr
item
Suara Padang: Demo "No Kings", Kebangkrutan AS dan Penegakan Khilafah
Demo "No Kings", Kebangkrutan AS dan Penegakan Khilafah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTyQuVlc-6dUmSjnjPCEYX6SvSja0CZlnftZkZm9LY7Py4xU5oIfd2-gcnUBB30rEDkPdArio5V1WHqqhPyW0x0752SHRGTlnptfeOU-v6ZKCHllUoRcJ0cyGH1_uTkaMhklslcKVFWvhcwzcnNEU9id6qoDOos34g9eacpT7KR8inMS9PRvUKWHo6/s320/1000836239.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTyQuVlc-6dUmSjnjPCEYX6SvSja0CZlnftZkZm9LY7Py4xU5oIfd2-gcnUBB30rEDkPdArio5V1WHqqhPyW0x0752SHRGTlnptfeOU-v6ZKCHllUoRcJ0cyGH1_uTkaMhklslcKVFWvhcwzcnNEU9id6qoDOos34g9eacpT7KR8inMS9PRvUKWHo6/s72-c/1000836239.jpg
Suara Padang
https://www.suarapadang.com/2026/04/demo-no-kings-kebangkrutan-as-dan.html
https://www.suarapadang.com/
https://www.suarapadang.com/
https://www.suarapadang.com/2026/04/demo-no-kings-kebangkrutan-as-dan.html
true
6569573957489143437
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content