PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui pendekatan edukatif kepada masyarakat. Melalui kegiatan bertajuk “Sapa Sekolah dan Masjid/Mushollah”, KAI Divre II Sumbar menyelenggarakan sosialisasi keselamatan perkeretaapian yang dibarengi dengan penyaluran bantuan CSR berupa perlengkapan olahraga untuk sekolah serta sarana ibadah bagi masjid dan mushollah di sekitar jalur rel kereta api, Sabtu (23/5).
Program ini merupakan bagian dari upaya preventif perusahaan dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga keselamatan di lingkungan jalur kereta api, khususnya bagi warga yang beraktivitas di kawasan yang berdekatan dengan lintasan KA aktif.
Adapun lokasi kegiatan meliputi:
1. SD IT Arroyan (radius 700 meter dari KM 1+100 petak jalan Bukit Putus–Pauh Lima) yang beralamat di Jl. Bakti Abri Kec. Lubuk Begalung Kota Padang.
2. Mushollah Ramadhan (radius 200 meter dari KM 12+700 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di Limau Manis Sel., Kec. Pauh, Kota Padang
3. Mushollah Al Janah (radius 50 meter dari KM 13+300 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di komplek perumahan Buana Lik Gadut Lubuk Kilangan Kota Padang.
4. Masjid Darul Islah (radius 30 meter dari KM 10+600 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di Jl. Limau Manis, Kec. Pauh, Kota Padang
5. Mushollah Jabal Rahmah (radius 30 meter dari KM 9+100 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di Koto Luar, Kec. Pauh, Kota Padang.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Manager Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Marinir Ernst Rikumahu beserta jajaran dan Babin Pembina Polsuska Aiptu Robi Kentoro. Kehadiran tim KAI disambut hangat oleh masyarakat, pengurus rumah ibadah, kepala sekolah, para guru, serta ratusan siswa yang mengikuti sosialisasi dengan antusias.
Dalam pemaparannya, Karu Polsuska Divre II Sumbar, Jeni Ramadhan menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan dan masyarakat sekitar jalur rel.
“Menjaga keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tugas petugas perkeretaapian, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan masyarakat. Edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar budaya selamat dapat tumbuh dan tertanam kuat di lingkungan sekitar jalur KA,” ujar Jeni.
Kepala Sekolah SD IT Arroyan, Amdrean Ruseffendi, S.Pd. menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif KAI Divre II Sumbar dalam memberikan edukasi keselamatan kepada para siswa. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap bahaya aktivitas di sekitar jalur kereta api.
“Kami berharap edukasi ini tidak hanya menjadi pengetahuan semata, tetapi dapat membentuk perilaku disiplin dan budaya keselamatan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Pengurus Mushollah Al Jannah, Rohadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar rel kereta api, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman mengenai keselamatan perjalanan KA.
Dalam sesi edukasi interaktif, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai aktivitas berbahaya yang dilarang di area jalur rel kereta api, seperti bermain di sekitar rel, melempar benda ke arah kereta api, meletakkan benda di atas rel, hingga melintas sembarangan di jalur yang bukan peruntukannya. Tindakan tersebut dinilai sangat berisiko karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun mengganggu operasional perjalanan kereta api.
Selain itu, para peserta juga diingatkan mengenai pentingnya disiplin saat melintasi perlintasan sebidang dengan cara berhenti sejenak, menoleh ke kanan dan kiri, memastikan kondisi aman, kemudian baru melintas. Dalam sosialisasi tersebut juga ditekankan bahwa palang pintu perlintasan hanyalah alat bantu keselamatan, sehingga kewaspadaan pengguna jalan tetap menjadi faktor utama dalam mencegah kecelakaan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Sebagai bentuk apresiasi, KAI Divre II Sumbar turut memberikan hadiah kepada siswa yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan terkait keselamatan perjalanan kereta api.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa program “Sapa Sekolah dan Masjid/Mushollah” merupakan bagian dari investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun budaya keselamatan, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat di sekitar jalur rel.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali para siswa dan masyarakat agar tidak hanya mampu menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya mengenai pentingnya keselamatan di jalur kereta api,” ujar Reza.
KAI Divre II Sumbar berharap sinergi yang kuat antara operator transportasi, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dapat menciptakan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman, tertib, dan selamat. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran transportasi massal sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.
Salam
Reza Shahab
Humas KAI Divre II Sumbar
