![]() |
| Sebelah Kanan Kepala Divisi Regional II Sumatera Barat, Muh Tri Setyawan saat di wawancarai, Sebelah Kiri Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab |
PADANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II Sumatera Barat menyiapkan total 171.424 tempat duduk kereta api lokal untuk melayani masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026. Jumlah ini meningkat sekitar 9 persen dibandingkan tahun lalu sebagai upaya mengantisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik dan balik Lebaran.
Kesiapan tersebut disampaikan Kepala Divisi Regional II Sumatera Barat, Muh Tri Setyawan, saat memimpin Apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2026 di Stasiun Padang, Jumat (13/3). Apel tersebut sekaligus menandai dimulainya Posko Angkutan Lebaran di wilayah KAI Divre II Sumbar.
Tri menyebutkan, periode Angkutan Lebaran tahun ini berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Selama masa tersebut, KAI Divre II Sumbar akan mengoperasikan 616 perjalanan kereta api lokal atau rata-rata 28 perjalanan setiap hari.
Adapun layanan kereta yang dioperasikan meliputi 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras (PP), 12 perjalanan KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (PP), serta 6 perjalanan KA Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam (PP).
Menurut Tri, peningkatan kapasitas tempat duduk juga dipengaruhi adanya perubahan pola operasi pada layanan kereta relasi Kayu Tanam yang sebelumnya melayani rute Kayu Tanam–Bandara Internasional Minangkabau menjadi Kayu Tanam–Padang. Perubahan ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api selama periode Lebaran.
“Kami memproyeksikan adanya peningkatan jumlah penumpang pada masa Angkutan Lebaran tahun ini, dengan puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026,” ujarnya.
Dari sisi sarana, KAI Divre II Sumbar menyiapkan dukungan operasional berupa 13 lokomotif, 26 kereta, dua kereta penolong, serta tiga trainset KRD yang siap beroperasi. Seluruh sarana tersebut telah melalui pemeriksaan kelaikan atau ramp check bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia guna memastikan kondisi kereta dalam keadaan aman dan layak jalan.
Selain kesiapan sarana, berbagai langkah antisipasi juga dilakukan untuk menghadapi potensi gangguan perjalanan seperti longsor, banjir, maupun gangguan keamanan. KAI menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS), petugas penjaga jalur, serta personel pengamanan di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Di sisi pelayanan, KAI Divre II Sumbar juga berupaya meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan menjaga kebersihan area stasiun, ruang tunggu, toilet, serta fasilitas di dalam kereta. Pada momen tertentu selama periode Angkutan Lebaran, KAI juga akan menghadirkan layanan tambahan berupa pembagian takjil bagi penumpang.
KAI Divre II Sumbar juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika guna memastikan kelancaran operasional perjalanan kereta selama masa mudik.
Masyarakat yang akan menggunakan layanan kereta api diimbau untuk memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI, datang lebih awal ke stasiun, serta tidak membawa barang berlebihan demi kenyamanan perjalanan.
Pemesanan tiket kereta api lokal dapat dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan melalui aplikasi tersebut, sementara pembelian langsung atau go show di stasiun dapat dilakukan mulai tiga jam sebelum keberangkatan selama tiket masih tersedia.
“Kami berharap seluruh perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” tutup Tri.
