PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus mendorong peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi kesehatan bertajuk “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok” yang digelar secara hybrid, Jumat (21/8), di Ruang Rapat Buya Hamka, Divre II Sumbar.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, jajaran manajemen, serta para pekerja Divre II Sumbar, dengan menghadirkan Dokter Spesialis Paru RS Universitas Andalas, dr. Sabrina Ermayanti, Sp.P(K), Onk sebagai narasumber.
Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa kesehatan pekerja merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran operasional serta produktivitas perusahaan.
“Menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab setiap individu dan menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas serta keselamatan dalam bekerja. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pekerja semakin memahami risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok dan memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk menerapkan pola hidup sehat,” ujar Lutfi.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Sabrina Ermayanti memberikan edukasi mengenai kanker paru, mulai dari faktor risiko, gejala yang perlu diwaspadai, dampak kebiasaan merokok terhadap kesehatan paru dan organ tubuh lainnya, hingga langkah-langkah pencegahan serta pentingnya deteksi dini.
Ia juga memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya mengenali kondisi kesehatan sejak dini dan tidak mengabaikan gejala yang berpotensi berkaitan dengan gangguan paru. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pekerja sehingga mampu mengambil langkah preventif dalam menjaga kesehatan diri.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kondisi kesehatan pekerja memiliki keterkaitan erat dengan kualitas kinerja, terutama dalam mendukung operasional perkeretaapian yang membutuhkan kesiapan fisik, konsentrasi, dan kedisiplinan.
“Pekerja yang sehat tentu akan lebih siap menjalankan tugas secara optimal. Dalam operasional perkeretaapian, kesehatan bukan hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan. Karena itu, menjaga kesehatan, termasuk menghindari kebiasaan merokok dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit, merupakan investasi penting bagi pekerja maupun perusahaan,” ujar Reza.
Menurutnya, edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pekerja tidak hanya memahami risiko penyakit, tetapi juga terdorong untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya.
“Ketika pekerja memiliki kondisi kesehatan yang baik, diharapkan konsentrasi, stamina, produktivitas, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan juga dapat terjaga. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI untuk membangun lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung terciptanya layanan perjalanan kereta api yang aman dan selamat,” tambah Reza.
Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dan menyampaikan pertanyaan seputar kesehatan paru, risiko merokok, serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit paru. Untuk meningkatkan antusiasme peserta, kegiatan juga dilengkapi dengan kuis edukatif.
Melalui kegiatan “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok”, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan kerja. Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja sekaligus mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat, produktif, memiliki kesadaran keselamatan yang tinggi, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Salam
Reza Shahab
Humas KAI Divre II Sumbar
