![]() |
| Oleh : Advokat Ki Jal Atri Tanjung Ketua BPP Pesantren Al Kautsar Sarilamak 50 Kota. |
Amirul Bakri dalam Jurnalnya yang berjudul Tantangan Pendidikan Agama Islam di Madrasah Pada Era Globalisasi. Jurnal Madaniyah, terdapat beberapa usulan yang dinilai perlu dalam pengembangan Madrasah dalam menghadapi era globalisasi, yaitu :
. Merumuskan gambaran tentang visi Madrasah dalam era globalisasi.
. Perlu peningkatan kualitas pendidik.
. Diperlukan Madrasah yang memiliki kelas Internasional dan Madrasah Internasional sebagai model Madrasah masa depan dengan mempertahankan kekhasan Madrasah.
. Dukungan sarana
dan prasarana yang memungkinkan peserta didik dapat berkembang secara optimal, tidak bisa diabaikan dalam mendukung kegiatan Madrasah yang lebih kompetitif, seperti dukungan laboratorium, multimedia digital, sarana praktikum dan ruang belajar lainnya.
. Perlu jaminan mutu pendidikan, Madrasah perlu mengembangkan standar kinerja pendidikan yang memenuhi tuntutan keunggulan kompetitif dan komperatif dalam konteks Nasional bahkan Internasional.
. Perlu pengembangan pembelajaran yang berpusat pada anak didik atau student center learning, sehingga anak didik Madrasah memiliki kemauan dan kemampuan inisiatif dan kompetitif yang pada gilirannya siap bersaing, berkompetisi secara kualitatif dan percaya diri sehingga menjadi mandiri.
. Perlu profesionalitas kepala Madrasah sebagai seorang pemimpin pendidikan pada tingkat Madrasah memiliki peranan penting dan strategis, terutama dalam mewujudkan visi dan misinya. Pada sisi lain kepala Madrasah memiliki kewenangan yang otonom pada dirinya, sehingga sangat memerlukan kemampuan manajerial, kemampuan padagogik, kemampuan profesional, kemampuan kepribadian dan kemampuan sosial.
. Perlu pendanaan pendidikan Madrasah yang wajar, sebagaimana halnya di pendidikan umum dari berbagai sumber pembiayaan.
. Perlu optimalisasi peran masyarakat dalam meningkatkan Madrasah yang mandiri dan berprestasi.
Madrasah Mandiri Berprestasi.
Slogan atau tagline "Madrasah Mandiri Berprestasi" digaungkan untuk menggantikan slogan lama "Madrasah Hebat Bermartabat". Suatu hal yang baik tentunya, jika slogan ini mampu menjadi bahan bakar menghidupkan api semangat peningkatan kualitas Madrasah. Berbagai pertanyaan dasar muncul, seperti :
. Bagaimana kemandirian Madrasah itu ?
. Apa tujuan Madrasah mandiri ?
. Mengapa Madrasah harus mandiri ?
Penjelasan makna Madrasah mandiri dalam video yang diunggah oleh akun Youtube Aji Kuswanto berjudul "Penjelasan Tagline Baru Madrasah Mandiri Berprestasi" menyebutkan bahwa kemandirian Madrasah setidaknya tercermin dalam kemandirian belajar mengajar, kemandirian evaluasi pembelajaran dan kemandirian financial.
Jika mandiri diartikan sesuai dengan KBBI, maka mandiri sebagai keadaan berdiri sendiri dan tanpa bergantung dengan pihak lain. Madrasah yang mandiri adalah Madrasah yang berdiri sendiri dan tidak tergantung kepada pihak lain dalam hal kegiatan belajar mengajar, evaluasi pembelajaran dan financial. Namun fakta kemandirian yang terjadi dalam proses belajar mengajar dan evaluasi pembelajaran di Madrasah masih sangat minim, bahkan seolah-olah menjadi paradoks jika dikaitkan dengan urusan administrasi yang memberatkan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan.
Prestasi Madrasah.
Madrasah berprestasi merupakan turunan dari konsep Madrasah bermartabat, artinya salah satu indikator Madrasah yang bermartabat adalah terwujudnya prestasi-prestasi yang diraih oleh sebuah Madrasah di berbagai bidang.
Prestasi Madrasah dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti :
. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran.
. Mengembangkan kurikulum yang relevan dan inovatif.
. Meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan dengan pelatihan dan pengembangan profesional, pemberian intensif dan penghargaan, penilaian kinerja yang objektif, dan pemberian kesempatan untuk meningkatkan pendidikan.
. Meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat.
. Mengoptimalkan penggunaan teknologi.
. Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik anak didik.
Pada akhirnya, slogan "Madrasah Mandiri Berprestasi" ini masih membutuhkan konsep dan praktek yang jelas, serta dibarengi dengan kebijakan-kebijakanpendukung lain yang menunjang terwujudnya kemandirian dan prestasi seluruh stachorder madrasah, sehingga madrasah tidak hanya menjadi wadah pendidikan, tetapi menjadi sumber mata air kehidupan dan kebermanfaatan untuk berbagai pihak. Salam.
Advokat Ki Jal Atri Tanjung
