Cinta Ditolak, Kapak Bertindak

 


Oleh: Wida Widiawati 

Mengejutkan, seorang mahasiswi menjadi korban pembacokan di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jalan Soebrantas, Kota Pekanbaru. Kamis pagi, 26 Februari 2026 pukul 08.30 WIB. Korban mengalami luka berat di kepala. Aksi brutal ini berlangsung saat korban akan mengikuti seminar proposal. Di duga karena penolakan cinta, mahasiswa berinisial RM tega membacoknya dengan kampak. (metrotvnews.com/26/02/26)

Innalilahi, seakan tiada habisnya kasus-kasus yang kian hari makin mengerikan. Tidak habis pikir, yang awalnya cinta, namun sebuah kampak jadi perkara, lantas dimana dan apa itu cinta? Apakah cinta itu harus berbalut kampak ketika ditolak. Mengerikan!

Cinta di tolak kampak bertindak, rasanya ungkapan ini pas untuk menggambarkan rusaknya generasi saat ini. Akal generasi semakin rusak serta disfungsi, bertindak tanpa mampu mengontrol diri sampai berlaku sesadis itu. Pergaulan bebas dan aktivitas berpacaran terus saja dinormalisasi. Akhirnya emosi pun tak terkendali.

Kalap demi cinta, akal sehat tak lagi mampu mencerna, mana benar mana salah yang ada hawa nafsu yang terus merajainya. Tak ada yang benar-benar cinta kalo diikat dalam pacaran semata, semua hanya nafsu sesaat yang memikat.

Liberalisasi dalam kebebasan bertingkah laku, berdampak besar bagi generasi, melakukan hal apapun sesuai keinginan sendiri, tanpa mampu mempertimbangkan baik-buruk, halal-haram. Generasi yang lahir pun adalah generasi yang rapuh, generasi yang haus validasi, generasi yang semua keinginannya harus terpenuhi, generasi yang dikuasai emosinya sendiri.

Kekerasan, tindak kriminal hingga pembunuhan akhirnya tak bisa dihindarkan. Pertanyaannya, mengapa hal seperti ini terus saja berulang dan tak tersolusikan?  

Ada apa dengan generasi kita saat ini? Ada apa dengan pendidikan kita? Apakah akal sehat semakin terpinggirkan demi kebebasan dan gaya hidup? Mengapa juga hukum yang berlaku justru tak memberikan efek jera bagi para pelaku kriminal?

Perlu kita telisik bersama, banyak sekali faktor-faktor yang bisa mempengaruhi para remaja menjadi pelaku kriminal. 

Yang terdekat tentu lingkungan keluarga, keluarga adalah orang terdekat yang seharusnya menjadi tameng serta jalur komunikasi paling utama. Terlebih di sistem saat ini dimana peran anggota keluarga jauh lebih berat yaitu untuk menjaga anak-anaknya agar tetap teguh keimanannya. Keimanan merupakan benteng utama agar seseorang merasa takut ketika hendak bermaksiat, apalagi sampai berlaku kriminal.

Aqidah lemah, keimanan turun, kondisi yang mendukung, pendidikan yang amburadul, harapan lahirnya generasi cemerlang yang cerdas mengoptimalkan masa muda untuk berkarya, harapan lahirnya generasi emas pun jauh panggang dari api.

Lemahnya pengawasan serta kontrol masyarakat juga turut berpengaruh di sana, normalisasi kemaksiatan, individualisme, semakin memperparah kondisi generasi.

Sistem kapitalis sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, mebuat agama semakin jauh pada diri seorang muslim.

Hal ini diperparah dengan ketidaktegasan hukum yang berlaku saat ini, dimana para pelaku kriminal di bawah umur seringkali tidak dikenai sanksi hukum. Kalo pun lewat jalur hukum itu tidak memberikan efek jera kepada pelaku.

Islam sebagai agama yang sempurna dan meneyeluruh telah mewanti-wanti dalam Al-Qur'an surat Al-Isra ayat 32, yang artinya : 

"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk". 

Pergaulan di dalam Islam sangat dijaga, aktivitas pacaran yang saat ini dinormalisasi, justru Islam melarang, bahkan mendekatnya pun tidak boleh. Islam mengajarkan ketika seseorang sudah muncul rasa saling suka dianjurkan untuk menundukkan pandangannya (Q.S An-Nur : 31).

Dalam negara berbasis syariat Islam, aktifitas amar makruf nahi munkar pun akan ditegakkan ditengah masyarakat, apakah itu lingkup keluarga, masyarakat, lingkungan pendidikan, dan negara.

Pendidikan di dalam Islam akan difokuskan pada penanaman aqidah, dan pembentukan kepribadian Islam. Agar iman tidak rapuh dan goyah, serta mampu menyelesaikan permsalahan kehidupanya, serta mampu mengontrol dirinya agar tidak mengikuti hawa nafsu dan emosional sesaat. Lebih mampu memilih dan membedakan mana halal mana haram, sehingga ini akan menjadi dasar dalam pendidikan Islam.

Negara Islam juga akan hadir membela, pemimpinnya menjadi garda terdepan menegakkan keadilan bagi siapapun yang terzalimi. Negara akan memberikan sanksi yang tegas pada para pelaku kriminal.

Dalam Islam berlaku hukum _qishas_. Dalam surat Al-Baqarah ayat 178 Allah SWT berfirman : 

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu _qishaash_ berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih."

Dalam kasus di atas jelas, seorang mahasiswa yang dengan sengaja membacok pacarnya merupakan percobaan pembunuhan, maka harus dibayar dengan setimpal. Darah dengan darah, luka dengan luka. Kalaupun memaafkan harus dengan diyat atau denda yang sesuai.

Maka didalam Islam nyawa satu orang akan sangat dijaga dan di lindungi, sehingga penegakkan hukum berupa _qishas_ pun akan ditegakkan. Masalah serupa tidak akan berulang ketika hukum Islam di tegakkan dengan adil, dan itu hanya akan terwujud dalam sebuah institusi negara yang menerapkan syari'at Islam secara total. 

Wallahu alam bishawab.

Nama

Bisnis,4,Filipina,1,internasional,1,KAI,46,Kampus,9,Kejati Sumbar,1,Kesehatan,1,Kota Padang,16,Motivasi,2,Nasional,20,Opini,64,ParagonCorp,1,Pasaman Barat,1,Pekanbaru,1,Pendidikan,5,Polri,1,Puisi,2,Sastra,2,Sawahlunto,1,Solusi Pengangguran,1,Sumbar,73,Teknologi,1,TNI,2,UNP,2,
ltr
item
Suara Padang: Cinta Ditolak, Kapak Bertindak
Cinta Ditolak, Kapak Bertindak
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixhF1LUL171GhTaXNwp_aeIxSTKB3b41GHgRkmDzrLZJZg-Ekq_t_iu7XuYkc_cFJ2HOIH5rDDeFWIyNf_DRTZwjbXI1wEbuWbMFWb-_uAsNfQbzoAXdeum2hZm1p_jOBGHs3N2rrUo4_tbD0LIvUN0lGpGd4FX5vLtEsEK7ESY8Z094A4STPlacZV/s320/1000774791.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixhF1LUL171GhTaXNwp_aeIxSTKB3b41GHgRkmDzrLZJZg-Ekq_t_iu7XuYkc_cFJ2HOIH5rDDeFWIyNf_DRTZwjbXI1wEbuWbMFWb-_uAsNfQbzoAXdeum2hZm1p_jOBGHs3N2rrUo4_tbD0LIvUN0lGpGd4FX5vLtEsEK7ESY8Z094A4STPlacZV/s72-c/1000774791.jpg
Suara Padang
https://www.suarapadang.com/2026/03/cinta-ditolak-kapak-bertindak.html
https://www.suarapadang.com/
https://www.suarapadang.com/
https://www.suarapadang.com/2026/03/cinta-ditolak-kapak-bertindak.html
true
6569573957489143437
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content