PADANG – Di tengah puing dan lumpur yang masih tersisa pasca-bencana, STAI YASTIS Padang hadir sebagai pelita bantu Pesantren terdampak banjir sebagai wujud nyata Tri Dharma perguruan tinggi.
Kegiatan ini ditujukan untuk menolong wilayah yang terkena dampak banjir, dengan fokus utama pada Pesantren Harakat Alquran di Kota Padang.
Sebelum pelaksanaan, STAI YASTIS telah melakukan penghimpunan donasi dari seluruh masyarakat daerah Padang.
Semua donasi yang terkumpul kemudian dialokasikan untuk wilayah terdampak parah, di mana Pesantren Harakat Alquran menjadi prioritas karena kerusakan yang sangat parah.
Pesantren Harakat Alquran adalah lembaga pendidikan yang menampung penghafal Alquran dari kelas 1 Tsanawiyah hingga 6 Aliyah.
Di dalamnya juga terdapat anak yatim dan du'afa yang menerima beasiswa melalui sistem subsidi silang, sehingga kondisi ekonominya sangat membutuhkan perhatian.
Kerusakan di pesantren disebabkan oleh banjir besar dari aliran sungai Lubuk Minturun dan tanah longsor.
Beberapa bangunan yang hilang lenyap antara lain: masjid (sebagai sentral utama kegiatan santri), rumah penginapan guru, kantor, ruang belajar, dapur umum, dan kantin.
Hanya asrama dan tiga bangunan pendukung kecil yang masih dapat dipakai.
Tim yang terdiri dari mahasiswa dan dosen STAI YASTIS kemudian melaksanakan beberapa pekerjaan penting, antara lain:
- Menyediakan masjid sementara di bawah tenda dengan alas triplek tebal dan tikar sholat
- Menyiapkan ruang belajar sementara juga di bawah tenda
- Mempersiapkan dapur umum yang dapat digunakan kembali
- Membersihkan sisa lumpur dan menata ulang tempat yang masih layak
- Memberikan peralatan kerja (gerobak, cangkul, sekop, triplek) serta sembako dan uang donasi kepada pesantren
Kebaikan ini sangat berarti, karena santri dijadwalkan kembali aktif belajar dalam seminggu ke depan.
Pesantren Harakat Alquran juga menjadi mitra STAI YASTIS Padang, dan beberapa guru pesantren juga sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi ini.
"Alhamdulillah, kehadiran STAI YAstis Padang sangat bermanfaat untuk membantu mempersiapkan sarana prasarana belajar yang masih tersisa," ungkap Ketua STAI YASTIS Padang, Dr. H. Sobri, MA.
(Ani)



