PADANG PARIAMAN, – Stasiun Kayu Tanam, sebuah stasiun kereta api bersejarah di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, terus berupaya untuk relevan dengan perkembangan zaman tanpa melupakan akar sejarahnya. Stasiun ini, yang dibangun pada era kolonial Belanda, kini menjadi pusat perhatian sebagai simbol perpaduan antara warisan masa lalu dan kebutuhan transportasi modern.
Menurut Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, Stasiun Kayu Tanam memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai wilayah di Sumatera Barat pada masa lalu. Keberadaan jalur kereta bergigi yang menghubungkan Kayu Tanam dengan Padang Panjang menjadi salah satu daya tarik sejarah yang terus dilestarikan. Statusnya sebagai bangunan cagar budaya juga menegaskan komitmen untuk menjaga nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Transformasi Stasiun Kayu Tanam terus berlanjut dengan adanya layanan kereta lokal yang diperpanjang hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sejak 22 Maret 2019. Saat ini, stasiun ini melayani enam perjalanan KA Lembah Anai relasi Kayutanam-BIM, memberikan alternatif transportasi yang nyaman dan efisien bagi masyarakat serta wisatawan.
Selain itu, lokasinya yang strategis dekat dengan objek wisata seperti Air Terjun Lembah Anai dan Jembatan Tinggi Kereta Api, yang merupakan bagian dari Warisan Dunia UNESCO, menjadikan Stasiun Kayu Tanam sebagai titik awal yang ideal untuk menjelajahi keindahan alam dan sejarah Sumatera Barat.
KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan di Stasiun Kayu Tanam, termasuk melalui digitalisasi dan peningkatan fasilitas inklusif. "Dengan dukungan dari pemerintah daerah, komunitas pecinta kereta api, dan masyarakat sekitar, kami optimis stasiun ini akan semakin memberikan manfaat yang luas dan menjadi bagian penting dari perjalanan transportasi berkelanjutan di Sumatera Barat," kata Reza Shahab.
Dengan demikian, Stasiun Kayu Tanam terus berupaya untuk menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sumatera Barat, menggabungkan sejarah dan modernitas dalam setiap layanannya.
